Kami

Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Mangkubumi dengan adalah Organisasi lingkungan hidup, yang independen dan non profit serta tidak berafialiasi dengan partai politik. PPLH Mangkubumi merupakan forum kelompok masyarakat sipil yang terdiri dari Organisasi Non Pemerintah, Kelompok pecinta Alam dan Kelompok Swadaya Masyarakat yang didirikan di Kabupaten Tulungagung pada tangal 8 Agustus 2006 sebagai reaksi dan keprihatinan atas semakin menurunnya daya dukung lingkungan atas pengelolaan sumberdaya alam : hutan, air, sungai dan sumber- sumber kehidupan, sebagai akibat dari paradigma dan proses pembangunan yang tidak memihak keberlanjutan dan mengabaikan lingkungan hidup.

Hingga Bulan Maret Tahun 2015 jumlah anggota PPLH Mangkubumi sebanyak 50 orang yang terdiri dari Pengurus dan relawan yang tersebar di Kabupaten Tulungagung dan beberapa kota/Kab di Jawa Timur. PPLH Mangkubumi juga melakukan kampanye bersama berbagai jaringan pro lingkungan hidup lainya yang memiliki keprihatinan yang sama terhadap ketidak adilan lingkungan hidup adalah satunya pada Tahun 2012 bergabung menjadi anggota Perkumpulan Telapak yang berkedudukan pusatnya di Bogor Jawa Barat, pada Tahun 2014 PPLH Mangkubumi bergabung dalam Koalisi Penyelamat Hutan (KPH) Jawa yang berkantor pusat di Sleman Jogjakarta, Sedang pada bulan Februari tahun 2015 PPLH bergabung dangan Koalisi Anti Mafia Hutan sebuah jaringan LSM yang berkantor pusat di Jakarta

Latar Belakang Perjuangang PPLH Mangkubumi
PPLH Mangkubumi sadar kecenderungan kerusakan lingkungan hidup semakin masif dan kompleks baik dipedesaan dan perkotaan. Memburuknya kondisi lingkungan hidup secara terbuka diakui mempenggaruhi dinamika sosial politik dan sosial masyarakat ekonomi baik ditingkat komunitas, regional, maupun nasional.

Pada giliranya krisis lingkungan hidup secara langsung mengancam keyamanan dan meningkatkan kerentanan kehidupan setiap warga negara. Kerusakan lingkungan hidup telah hadir dirumah-rumah kita,seperti pencemaran Air dan Udara, banjir dan kekeringan, serta energi yang semakin mahal. Siapa yang bertangung jawab atas kerusakan lingkungan hidup kian sulit dipastikan karena penyebabnya sendiri saling bertautanbaik antr sektor, antaraktor, antar institusi, antar wilayah dan bahkan antar negara. Untuk menjamin antar keberlanjutan kehidupan generasi mendatang dibutuhkan gerakan sosial yang kuat dan meluas. Generasi mendatang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Untuk itu generasi sekarang bertangung jawab mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan yang lebih baik.

Bagikan kalo kamu suka